WATER INJECTION solusi hemat bahan bakar

Pada tahun 2009 yang lalu, Indonesia ramai – ramai membicarakan tentang penghematan BBM atau program langit biru. Dan pada saat itu juga sering di bicarakan tentang Water Injection yang terbukti dapat menghemat baha bakar. Tapi apa sih dampak positif dan negatifnya water injection tersebut. Mari kita ulas bersama – sama dan mohon maaf untuk para master tehnik otomotif jika ada kesalahan pemahaman dan penulisan.

Water injection atau sering disingkat dengan Wa-i adalah menyuntikan air ke dalam ruang bakar mesin. Air yang diinjeksikan hanya dalam ukuran sangat sedikit, dan dalam bentuk uap. Tujuan dari injeksi air ini adalah mengurangi bahan bakar yang terbuang percuma saat langkah hisap dan langkah buang. Air yang digunakan untuk Wa-i ini adalah air murni, bisa pakai air aquadest atau air accu botol berwarna biru. Jangan menggunakan air yang mengandung mineral seperti air sumur, air ledeng, air aqua, dsb. Karena mineral yang di bawa air di takutkan menumpuk di ruang bakar.

Teknologi water injection memang teknologi yang sudah tua. Teknologi ini digunakan di pesawat tempur PD-2 di pesawat tempur Jerman (Me-109) dan Jepang (Zero).

Teknik ini gunanya yang utama untuk mendapatkan “instant power”, seperti misalnya pada saat take off di landasan pendek atau mengejar pesawat lawan dsb. Kalau pesawat tempur jaman sekarang menggunakan “afterburner” untuk mendapatkan instant power tersebut. Karena sifatnya “instant power”, maka teknik Wa-i ini tidak selamanya dioperasikan, bila dibutuhkan saja baru akan dioperasikan.

Keuntungan Wa-i:
1. Memungkinkan untuk menyetel campuran bensin seirit mungkin. Karena kualitas campuran udara-BBM semakin baik, maka dengan sedikit BBM atau juga kualitas BBM yang rendah maka didapat hasil ledakan yang lebih besar.
2. Memungkinkan untuk menyetel waktu pengapian lebih maju untuk mendapatkan torsi lebih besar. Waktu pengapian memang harus dibuat lebih maju, karena campuran dan suhu ideal sudah didapat sebelum “Titik Mati Atas”
3. Mencegah penumpukan Carbon di ruang bakar.
4. Mencegah terjadinya knocking / pinging ( ngelitik ). Karena gejala knocking / pinging / dieseling terjadi akibat terjadinya pembakaran / ledakan yang belum waktunya.
5. Bisa menggunakan Premium tanpa gejala knocking.
6. Dapat dicampur dengan alkohol/methanol untuk mendapatkan nilai oktan yang lebih tinggi. Tetapi apapun jenis BBM nya bila ditambahkan dengant zat yang bersifat flamable, maka akan meningkatkan kualitas pembakaran, walaupun tanpa Wa-i.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: